Tips Menghadapi Wawancara Kerja
1. Kesegaran Fisik dan Mental
Usahakan untuk beristirahat dan relaks sebelum wawancara, kalau perlu sejak sehari sebelum tanggal wawancara. Anda bisa misalnya santai di rumah sambil melakukan hobi Anda. Pergi ke salon, memasak, dan sebagainya. Pokoknya, hindari melakukan hal-hal yang justru akan membuat tegang saraf Anda. Tujuannya adalah agar keesokan harinya Anda merasa segar dan siap menghadapi wawancara dengan kondisi fisik dan mental yang prima.
2. Performance atau Penampilan
Pilih busana dengan warna-warna dasar, seperti hitam, putih, krem, cokelat, atau biru tua, sehingga mudah dipadupadankan. Agar busana yang Anda kenakan sesuai dengan bentuk tubuh, ada baiknya Anda mengenali lebih dulu bentuk tubuh Anda. Secara umum, bentuk tubuh manusia ada tiga, yakni oversize, mungil, dan proposional.
Hindari rok yang sempit dan supermini, karena akan mengganggu kenyamanan Anda. Untuk blus, hindari belahan dada yang rendah dan bahan yang tipis. Dan jika Anda menganakan blazer, hindari memilih blazer yang sangat longgar, atau sebaliknya, blazer yang sangat ketat. Kenakan blazer yang pas di tubuh Anda.
Untuk dandanan dan aksesoris, usahakan jangan berlebihan, karena akan menimbulkan kesan suka berhias daripada serius bekerja. Satu lagi, jangan mengenakan celana panjang (sekalipun rapi dan berbentuk jas), karena akan menimbulkan kesan tidak sopan. Ingat, performance atau penampilan saat wawancara merupakan tahap awal perusahaan menilai kepribadian diri calon karyawannya.
3. Etika Wawancara
Terkadang, Anda grogi ketika wawancara, sehingga etika wawancara pun tak sempat lagi terpikir di benak Anda. Padahal, etika sangatlah penting dan dapat menambah poin untuk diri Anda. Sikap duduk, misalnya. Duduklah dengan tenang dengan tangan di atas pangkuan. Usahakan punggung tidak menyender ke kursi yang Anda duduki.
Saat berbicara, biasakan menggunakan ?Saya?, ketimbang menggunakan ?Aku,? karena ini menunjukkan kesan Anda seorang yang arogan. Jawablah dengan jujur setiap pertanyaan dari si pewawancara. Jangan ragu untuk bertanya saat Anda diberi kesempatan bertanya. Biasanya, si pewawancara menjelaskan tidak secara detail, hanya pokok-pokoknya saja.
Satu lagi, jika Anda sedang mengunyah permen, usahakan permen tersebut dibuang lebih dulu. Jangan masuk ke ruang wawancara dengan mulut asyik mengunyah permen. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak serius.
4. Survei Dahulu Profile Perusahaan
Jika memungkinkan, sebelum memenuhi panggilan wawancara, Anda mencoba mencari tahu profil perusahaan yang mengundang Anda. Jika Anda memiliki teman di perusahaan tersebut, mintalah gambaran singkat mengenai bidang usaha perusahaan. Tanyakan pula, siapa nanti yang akan mewawancarai Anda. Dan yang sangat penting adalah posisi yang nanti akan Anda tempati. Sedetail atau sesingkat apa pun keterangan yang Anda peroleh, itu merupakan bahan masukan yang sangat berharga bagi diri Anda.
5. Datang Tepat Waktu
Perhatikan benar-benar tanggal dan waktu wawancara. Sediakan beberapa menit untuk merapikan diri lebih dahulu, sebelum masuk ke ruang wawancara. Yakinlah bahwa diri Anda tampil serapi dan sebersih mungkin. Datanglah tepat pada waktunya, bahkan kalau mungkin, datanglah beberapa menit sebelumnya. Misalnya jadwal wawancara pukul 10 pagi, usahakan Anda sudah hadir 30 menit sebelumnya. Jadi, Anda tidak terburu-buru menyiapkan diri.
Ada hal positif dan nilai plus, jika Anda datang lebih awal atau tepat waktu (on-time). Si pewancara akan menilai Anda sebagai orang yang disiplin terhadap waktu dan dapat me-manage (mengatur) waktu dengan sebaik-baiknya. Tentu, perusahaan akan lebih memilih karyawan yang rajin dan bekerja tepat waktu daripada yang sering terlambat.
Biasanya, sebelum wawancara berlangsung, Anda diminta untuk mengisi data diri untuk keperluan arsip perusahaan. Umumnya, waktu untuk mengisi data tersebut sekitar 10 - 15 menit. Isilah data dengan jelas dan lengkap, jangan membingungkan di pewawancara. Apabila ada yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya, sehingga Anda tidak salah mengisi data tersebut.
Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 13 January 2010 )
Tips Berbusana Menghadapi Wawancara Kerja bagi Pria
1. Gunakan Hem berwana putih atau biru, polos dan berlengan panjang. Baju dimasukan, rapi dan tidak lecek. Lengan jangan dilipat, hindarkan menggunakan hem menggunakan corak yang terang dan mencolok
2. Gunakan dasi polos atau bermotif garis atau kotak-kotak, sesuaikan pula dengan warna baju dan celana, terikat rapi, tidak longgar dan panjangnya sedikit melewati dasi
3. Rambut rapi, berwarna hitam, tidak dicat, panjang rambut belakang tidak melebihi kerah, dan panjang poni tidak menutupi mata.
4. Gunakan celana berwarna gelap seperti hitam, abu-abu, coklat. Rapi, ukurannya pas dan warna celana diusahakan lebih gelap dari pakaian.
5. Menggunakan ikat pinggang polos, berwana gelap dan berbahan kulit atau setara kulit.
6. Sepatu fantofel bermodel klasik berwarna hitam, telah disemir dan bersih, dan menggunakan kaus kaki berwana hitam
7. Wajah tercukur bersih, tidak berminyak, tidak berjambang, dan jangan makan permen karet saat wawancara.
8. Hindari menggunakan Parfum berlebihan. Tidak memiliki bau badan, dan bau mulut. Tidak menggunakan anting-anting.
9. Hindari penggunaan cincin selain cincin perkawinan. Kuku-kuku tangan bersih dan pendek.
Tips Berbusana Menghadapi Wawancara Kerja bagi Wanita
1. Gunakan blus berbahan katun dan tidak tembus pandang, berwarna terang atau putih.
2. Gunakan Blazer berwana gelap dan polos seperti hitam atau biru atau coklat, pas dibadan.
3. Rok maksimal 5 cm diatas lutut, tidak terlalu ketat. Untuk celana jangan menggunakan bahan jins, berbahan cutbrai ekstrim.
4. Sepatu berwarna hitam atau gelap, model klasik, bertumit runcing dan nyaman saat digunakan.
5. Rambut rapi dan bersih, tidak berminyak, dan apabila di cat tidak menggunakan warna-warna highlight (warna menyolok).
6. Hindari penggunaan make up berlebihan dan terlalu tebal. Lipstik menggunakan warna natural disesuaikan dengan warna pakaian.
7. Tidak menggunakan Parfum yang berlebihan. Tidak memiliki bau badan dan bau mulut.
8. Hindari penggunaan aksesori berlebihan, dan menggunakan anting terlalu banyak dan besar. Jangan menggunakan perhiasan terlalu berlebihan.